Gelar Table Top di Cirebon, PHRI Surakarta Buka Peluang Bisnis Pariwisata Antardaerah
-
BY
Bookingina
-
Source :
Cirebon Bribin
- DATE 10/28/2026
CIREBON BRIBIN - Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Surakarta membidik pasar wisata Cirebon untuk memperluas jaringan bisnis sekaligus meningkatkan kunjungan wisatawan ke Kota Solo. Upaya tersebut dilakukan melalui kegiatan table top yang mempertemukan pelaku industri pariwisata dari kedua daerah di Kota Cirebon. Kegiatan ini menjadi ajang promosi potensi wisata Solo sekaligus membuka peluang kerja sama antara pengelola hotel dan biro perjalanan wisata. Humas PHRI Surakarta, Wening Damayanti, mengatakan table top merupakan agenda tahunan untuk memperkenalkan destinasi wisata Solo sekaligus membangun jejaring bisnis dengan pelaku industri pariwisata di berbagai daerah.“Di tahun-tahun lalu kami pernah berkunjung ke Bandung dan Surabaya. Kali ini cukup menarik bagi kami untuk berkunjung ke Cirebon,” kata Wening kepada Cirebon Bribin, Rabu, 28 Oktober 2026. Menurut dia, Solo memiliki potensi wisata yang terus berkembang, termasuk sejumlah titik pembangunan yang menghadirkan destinasi baru. Potensi tersebut menjadi salah satu modal untuk menarik wisatawan dari Cirebon, sekaligus memperkuat kerja sama dengan biro perjalanan setempat.Kegiatan table top ini diikuti 68 buyer dan 24 seller. Para seller berasal dari berbagai hotel dengan kelas bintang yang beragam, sedangkan peserta buyer didominasi agen perjalanan wisata. Kegiatan tersebut juga mendapat sambutan dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Cirebon. Wening berharap pertemuan bisnis itu tidak berhenti pada promosi dan penjajakan kerja sama. Ia mendorong biro perjalanan wisata di Cirebon menyusun paket perjalanan yang memasukkan Solo sebagai destinasi, sehingga potensi pasar kedua daerah dapat dikembangkan secara berkelanjutan.“Harapannya, teman-teman dari Cirebon bisa membuat paket-paket wisata yang turut mengikutsertakan Solo sebagai salah satu tujuan. Kami berharap kolaborasi ini tidak berakhir sampai di sini, tetapi berlanjut dalam kerja sama jangka panjang,” ujarnya.Wening menambahkan, selain destinasi wisata, Solo memiliki kesiapan untuk mengembangkan pasar meeting, incentive, convention, and exhibition (MICE). “Bukan hanya wisata, MICE juga sangat siap. Untuk berbagai acara, termasuk skala nasional, kami sudah terbiasa. Ada venue-venue yang siap menampung jumlah tamu dalam skala besar,” ungkapnya.Potensi lain yang ditawarkan Solo adalah wisata religi, termasuk Masjid Sheikh Zayed. Wening menilai segmen ini dapat menjadi salah satu daya tarik bagi wisatawan.Wening berharap pelaku industri pariwisata Cirebon dapat berkunjung langsung ke Solo untuk melihat perkembangan destinasi dan fasilitas yang tersedia. (CB-005)