BANTENRAYA.COM – Pemerintah Kabupaten Serang menggelar kegiatan bersih-bersih pantai (beach cleaning) di kawasan wisata Anyer dan Cinangka, Jumat 25 September. Kegiatan aksi bersih-bersih ini melibatkan sekitar 1.379 personel dari kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam rangka memperingati HUT ke-500 Kabupaten Serang. Wakil Bupati Serang Muhammad Najib Hamas mengatakan, kegiatan ini memiliki dua tujuan utama. Pertama, menggerakkan seluruh elemen untuk peduli kebersihan, dan kedua, memastikan kepada publik bahwa Anyer aman untuk dikunjungi. “Yang kedua adalah memastikan bahwa kehadiran kita semua di wilayah Anyer Cinangka ingin menyampaikan kepada publik bahwa Anyer itu adalah aman, bersih, dan nyaman untuk berwisata,” ujarnya, Jumat 25 September 2026. Kegiatan beach cleaning kali ini melibatkan ribuan personel gabungan dari berbagai unsur, mulai dari ASN, pelajar, pengelola hotel hingga balawista. “Hampir semua sekolah di wilayah Anyer Cinangka ikut ada perwakilan. Kemudian para tokoh masyarakat, para kepala desa, dan semuanya bergerak sinergi untuk membersihkan wilayah pantai dan jalan di Anyer Cinangka. Termasuk unsur dari Pokdarwis, SAR, BPBD, dan PHRI,” katanya. BACA JUGA : Pemkab Serang Fokus Pulihkan Citra Anyer Pasca Erupsi GAK Ia menjelaskan, terkait kekhawatiran wisatawan pasca erupsi Gunung Anak Krakatau, Najib menegaskan status saat ini aman untuk wisatawan. “Ya kepada seluruh para wisatawan, masyarakat Indonesia bahwa Anyer dan Cinangka Kabupaten Serang hari ini aman. Berkenaan dengan status level 2 berarti aman untuk berwisata, dikunjungi oleh siapa pun,” jelasnya. Ia pun mengajak seluruh wisatawan untuk kembali berwisata ke Anyer-Cinangka dan meminta para pelaku usaha wisata memberikan pelayanan terbaik. “Saya berharap kepada seluruh pengusaha perhotelan, penginapan memberikan layanan terbaik dan para pengusaha kuliner yang memberikan layanan terbaik dengan harga yang terjangkau dan kemudian membuat betah kepada para pengunjung,” paparnya. Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Serang Sarudin mengatakan, kegiatan bersih-bersih di kawasan wisata Anyer-Cinangka dilakukan di 13 titik yang tersebar dari Anyar hingga Cinangka. “Ada 13 titik yang tersebar dari mulai wilayah Anyer sampai ke wilayah Cinangka. Nah, itu gabungan antara OPD, kemudian dari PHRI, termasuk juga masyarakat baik masyarakat pelajar maupun masyarakat sekitar baik di wilayah Anyer maupun di Cinangka,” ujarnya, Jumat 25 September. Ia menyebut volume sampah yang ditemukan di lokasi tidak terlalu banyak, yang menandakan kebersihan di wilayah hotel dan kawasan wisata masih terjaga. BACA JUGA: Dampah Erupsi GAK, Perputaran Uang di Anyer dan Carita Hilang hingga Rp5 Miliar Per Pekan “Sampahnya sih alhamdulillah ya sampahnya tidak terlalu banyak. Nah, ini menunjukkan bahwa sampai saat ini berarti kebersihan tetap terjaga di wilayah hotel,” katanya. Sarudin menuturkan, kegiatan ini merupakan rangkaian dari Gerakan Indonesia Asri sekaligus sebagai ajang kampanye bahwa wisata Anyer-Cinangka aman pasca erupsi Gunung Anak Krakatau. “Jadi, salah satu tujuan kegiatan hari ini selain untuk bersih-bersih tentunya untuk mengkampanyekan promosi bahwa wisata Anyer Cinangka itu aman dan siap dikunjungi oleh wisatawan,” jelasnya. Terkait pengelolaan sampah, Sarudin menyebut Kecamatan Anyer telah diberikan pelimpahan kewenangan pengelolaan persampahan. Beberapa hotel sudah mandiri mengelola sampahnya, sementara sebagian lainnya bekerja sama dengan pihak kecamatan, termasuk untuk pantai terbuka. “Kalau normalnya di Anyer itu hampir 20 tonan. 20 tonan itu tidak hanya kawasan-kawasan pariwisata termasuk sampah-sampah domestik di perumahan-perumahan,” paparnya. (***)