TEROPONGNEWS.COM, BOGOR – Kawasan wisata Puncak, Kabupaten Bogor, tengah menghadapi tekanan ekonomi yang berdampak langsung pada pelaku usaha pariwisata. Sejumlah hotel dan rumah makan di wilayah tersebut dilaporkan menghentikan operasional akibat terus menurunnya jumlah pengunjung dalam beberapa waktu terakhir. Kondisi tersebut terlihat di Desa Cipayung, Kecamatan Megamendung, di mana beberapa tempat usaha yang sebelumnya ramai wisatawan kini memilih tutup karena pendapatan tidak lagi mampu menutupi biaya operasional. Kepala Desa Cipayung, Cacu Budiawan, mengatakan perlambatan ekonomi turut memukul sektor usaha penunjang pariwisata di wilayahnya. “Di Desa Cipayung tercatat ada tiga pelaku usaha yang menutup usahanya, yaitu Kedai Sunda, Warung Mitoha, dan Hotel Puri Avia,” ujar Cacu, Kamis (7/5/2026). Menurut Cacu, menurunnya jumlah wisatawan membuat pemasukan pelaku usaha merosot tajam. Di sisi lain, biaya operasional seperti gaji pegawai, listrik, hingga perawatan bangunan tetap harus berjalan setiap bulan. Akibatnya, sejumlah pengusaha memilih menghentikan kegiatan usaha karena dinilai sudah tidak lagi memberikan keuntungan. “Usaha-usaha tersebut tidak mampu menutup biaya operasional akibat minimnya pengunjung,” katanya. Tak hanya kehilangan sumber pendapatan, para pelaku usaha juga masih harus menghadapi beban cicilan dan kewajiban pembayaran utang kepada perbankan setelah usaha berhenti beroperasi. Situasi ini turut berdampak pada masyarakat sekitar. Penutupan usaha menyebabkan sejumlah warga kehilangan pekerjaan karena banyak pekerja yang terpaksa dirumahkan. Lesunya sektor wisata Puncak juga dibenarkan oleh Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Bogor. Ia menyebut tingkat hunian hotel terus mengalami penurunan sejak 2025, terutama dari sektor MICE atau Meetings, Incentives, Conferences, and Exhibitions yang selama ini menjadi penopang utama bisnis perhotelan. “Sektor MICE selama ini berkontribusi terhadap operasional hotel. Jika hanya mengandalkan kunjungan akhir pekan, pendapatan belum mencukupi,” ujarnya. Penurunan aktivitas wisata ini menjadi sinyal serius bagi sektor pariwisata Puncak yang selama bertahun-tahun dikenal sebagai salah satu destinasi favorit wisatawan Jabodetabek. Pelaku usaha berharap ada langkah konkret dari pemerintah untuk menghidupkan kembali kunjungan wisata sekaligus menjaga keberlangsungan usaha dan lapangan pekerjaan masyarakat setempat. ***